HUT RI-78 Kecamatan Pacar Memberi Kesan Berbeda Dari Tahun Sebelumnya

Labuan Bajo|Mabaraktual.com| Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI (Republik Indonesia) ke-78, Tingkat Kecamatan Pacar pada Kamis, 17 Agustus 2023 digelar di Lapangan Golo Toro, Desa Pacar, Kecamatan Pacar, Manggarai Barat, NTT.

Upacara berlansung mulai pukul 08.00 Wita, dipimpin lansung pembina upacara, Camat pacar Ferdinandus S. Pelong dengan tema ” Terus Melaju untuk Indonesia Maju“. Diiringi lagu Indonesia Raya, Bendera Merah Putih dikibarkan tepat pukul 09.00 WITA.

Usai upacara berlansung, Ketua penitia peyelenggara Fransiskus Sule, di hadapan awak media menjelaskan, pesan dan kesan peyelenggaraan HUT-RI yang ke ke-78 ini berbeda dengan tahun sebelumnya.

“Sejak pelaksanaan awal, seluruh masyarakat yang hadir sangat antusias dengan berbagai kegiatan, dalam menyabut HUT RI ke-78. Antara lain pementasan drum band, pawai budaya, pertandingan bola kaki, bola foly, sepak takraw. Memberi warna tersendiri bahwa inilah sesungguhnya Pacar.” ungkap Sule Sapaan akrab Fransiskus Sule.

Lebih lanjut, Kepala seksi Ekonomi pembanggunan Kecamatan Pacar itu menerangkan, perayaan 17 Agustus itu merupakan pesta rakyat diharapkan seluruh masyarakat untuk terlibat aktif dalam cara yang berbeda. Agar bisa meramu, menggabungkan apa yang diharapkan bersama di sini.

“Tempo hari panitia merancang beberapa kegiatan yang nota bene dapat melibatkan seluruh masyarakat, diantaranya bakti gotong royong pembuatan gapura, jualan bakso, lesehan, dan pelaksanaan sarana hiburan pasar malam yang menghadirkan berbagai jenis game hiburan.” ujarnya.

 

 

Turut hadir pada apel bendera tersebut yaitu Ibu Ketua PKK Kecamatan Pacar, Sekretaris Camat Kamelus Pangge, S.ST, Kapolsek Macang Pacar IPDA Irwan Hendriawan, Danramil 1612-08 Macang Pacar, Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Fabianus Latu, SE dari fraksi Hanura, Para pimpinan OPD kecamatan Pacar, Para Kepala Desa se-Kecamatan Pacar, Para Kepala Sekolah SD, SMP, SMA se-Kecamatan Pacar, Tokoh agama, Tokoh adat, Tokoh Pendidik, Tokoh Perempuan, Tokoh Pemuda, perwakilan pelajar SD, SMP, dan SMA se-Kecamatan Pacar serta ASN perwakilan dari lembaga pendidikan, kesehatan dan kantor pemerintahan di Kecamatan Pacar.

Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, SE dalam sambutan yang dibacakan oleh Camat Pacar Ferdinandus Saku Pelong, menegaskan bahwa hari Kemerdekaan Republik Indonesia adalah simbol kekuatan kerja keras dan tekat luar biasa dalam merebut dan mempertahankan hak kita untuk merdeka.

Tema ini mencerminkan rasa tegas, stabil, lugas dan kesatuan. Tema ini pulaeruoakan sebuah panggilan semangat sekaligus energi gerak kepada kita semua untuk meneruskan perjuangan dan kerja keras para pahlawan guna mewujudkan cita-cita menjadi bangsa yang terus bergerak.melajunmenuju kemajuan.

Kita harus meneruskan laju pertumbuhan secara kolektif, mendorong seluruh elemen bangsa untuk memiliki sifat tanggung jawab dan bergerak bersama secara harmoni menuju Indonesi maju.

Ini merupakan energi gerak untuk kita semua agar momentum peringatan HUT ke-78 Republik Indonesia tidak hanya menjadi sebuah seremonial tahunan belaka, akan tetapi menjadi momentum kebangkitan untuk terus maju bersama mencapai apa yang menjadi cita-cita para pendiri bangsa ini yaitu Indonesia yang maju, adil dan sejahtera.

Tema terus Melaju untuk Indonesia lebih maju sejalan dengan visi kita yaitu “Manggarai Barat Bangkit menuju Manggarai Barat Mantap“.

Visi kita menggambarkan harapan besar untuk membawa Manggarai Barat keluar dari keterbatasan dan mewujudkan kemajuan yang nyata seiring dengan semangat peringatan hari kemerdekaan ini.

Visi ini menegaskan tekat kita untuk terus maju dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Mabar.

Maju tidak hanya berarti pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Maju berarti adanya pemerataan kesempatan dan manfaat bagi semua lapisan masyarakat. Maju berarti semangat gotong royong, dan toleransi yang semakin kuat.

Kita harus terus memperkuat fondasi-fondasi ini. Kita harus terus berinovasi dan mengembangkan potensi daerah kita dengan bijak. Kita harus tetap memupuk semangat kebangsaan, cintah tanah air, dan rasa persatuan. Di tengah perubahan global yang cepat, kita harus menjadi teknologi dan ilmu pengetahuan sebagai alat untuk kemajuan, bukan sebagai ancaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *