PKN Mabar Ultimatum Bupati Edi Endi, Copot Camat Pacar.

Labuan Bajo|Mabaraktual.com| Usai melakukan investigasi peyelenggaran pemerintahan Desa di wilayah otoritas Kecamatan Pacar. Ketua Pemantau Keuangan Negara (PKN) Manggarai Barat (Mabar) Lorens Logam ultimatum Bupati Manggarai Barat Edisetasius Endi copot Camat Pacar Ferdinandus Pelong dari jabatannya.

Lorens Logam menilai peran camat pacar dalam mengawasi peyelenggaran 13 desa di wilayah otoritasnya syarat KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) lantaran banyak pemerintah desa yang mengelola keuangan desa tidak sesuai kebutuhan masyarakat.

“Saya kasi waktu satu minggu ke depan Bupati Edistasius Endi untuk segera copot Camat Pacar dari Jabatannya, Sebelum bombardir kantor Bupati Mabar.” Ungkap Lorens Logam di sela kesibukannya di kantor sekertariat PKN Mabar (21/08/2023).

Ia menerangkan, usai menerima keluhan masyarakat, team PKN Mabar melakukan investigasi beberapa desa di Kecamatan Pacar. Ditemukan begitu banyak kejanggalan dalam pengelolaan dana desa. Bahkan realisasi penggunaan dana desa tidak sejalan dengan musrembangdes.

Pada tahun anggaran 2022, hampir semua desa di kecamatan pacar menggelontorkan 20% DD untuk ketahanan pangan. Adapun jenis programnya yaitu pengadaan bibit durian dengan nilai RAB
(Rencana Anggaran Biaya) Rp 125.000 per pohon. Banyak masyarakat yang tidak menanam benih tersebut lantaran mereka sudah memiliki banyak tanaman durian di kebun mereka masing-masing.

Kemudian setelah melakukan telaahan lebih dalam, tim PKN mendapatkan informasi dari sumber terpercaya bahwa penangkar benih durian yang menjadi mitra desa-desa di kecamatan tersebut merupakan milik pengusaha yang disinyalir keluarga dekat Camat Pacar, Ferdinandus Pelong.

Berikutnya ta 2023, semua desa di Kecamatan Pacar kompak mengelola dana ketahanan pangan untuk pengadaan bibit ternak Babi dengan RAB senilai Rp 1.500.000 per ekor. Mirisnya kebijakan tersebut berlansung ditengah Virius African Swine Fever (ASF) melanda Kabupaten Manggarai Barat dan NTT pada Umumnya. Usut punya usut teryata pengusaha penangkar babi yang menjadi mitra kerja desa ini juga merupakan saudara kandung Camat pacar.

“Kami mencium ada unsur KKN yang dilakukan oleh camat Pacar untuk membancak dana desa. Mereka para camat inikan dalam posisi strategis, melakukan asistensi, pembinaan dan pengawasan DD dan ADD. Disinilah ruang bagi mereka untuk menggunakan sarana dan jabatannya untuk mengarahkan para kepala desa ini. Modus seperti ini bukan barang baru.” Jelas Logam.

Logam menegaskan jika Bupati Edistasius Endi tidak segera mengevaluasi kinerja kerja camat pacar, maka hal ini membenarkan Bupati Edi sedang memberi ruang anak buahnya melakukan abuse of power.

“Jika Bupati Edi slow respon nanti, kami akan bersurat ke APH untuk mengusut semua tindak pidana yang dilakukan oleh pengguna anggaran di Mabar ini.
Kita kasih waktu satu minggu untuk Bupati agar copot anak buahnya di Kec. Pacar, jika tidak diindahkan juga nanti kita beri kado.” ujarnya

“Kalau dipertahankan camat seperti ini maka kesannya Bupati Edi sedang pelihara pemburu rente.” tutup Logam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *