Warga Golo Mori Soroti Aktivitas Tambang PT. SMI, Pemerintah Didesak Jangan Tunduk pada Korporasi

Labuan Bajo |Mabaraktual.com| Masyarakat Desa Golo Mori, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat tengah menghadapi tantangan serius dalam bentuk kejahatan bisnis tambang ilegal.

Tokoh masyarakat Desa Golo Mori, Idrus tak mau lagi berdiam diri. Ia mengecam keras perusahaan tambang tanpa izin yang merajalela.

Idrus dengan tegas menyebut perusahaan-perusahaan ini sebagai pemangsa rakus, yang hanya mengutamakan kepentingan mereka tanpa mempedulikan dampak yang mereka timbulkan pada masyarakat setempat.

“Kami menyerukan kepada pemerintah Manggarai Barat untuk bersurat ke Pemprov NTT: Hentikan proses izin tambang galian C di zona pemukiman Golo Mori. Pemda Mabar harus mendengar suara rakyat, bukan tunduk pada korporasi,” kata Idrus kepada Mabaraktual.com pada Kamis, 10 Oktober 2023.

Upaya penegakan hukum oleh kepolisian, terutama terhadap perusahaan tambang seperti PT. SMI yang menjadi sorotan utama, menjadi langkah penting untuk menjaga keselamatan warga.

Idrus mempertanyakan legalitas penambangan di kawasan pemukiman ini, mengingat langkah-langkah penyelidikan yang sudah diambil oleh Polres Mabar.

“Kami baca berita bahwa Polres Mabar sudah melakukan penyelidikan terhadap penambangan liar disini. Saya pikir ini langkah yang bagus untuk memberikan efek jera. Keselamatan masyarakat harus diprioritaskan. Ini kan jelas – jelas aktivitas penambangan didalam kawasan permukiman, memang ada aturan yang membenarkan demikian?,” ungkap Idrus.

Idrus menekankan prinsip bahwa izin operasi perusahaan tambang harus diberikan setelah persetujuan dari seluruh komponen masyarakat setempat.

Semua elemen, termasuk yang muda dan tua, yang berpendidikan maupun yang berpegang teguh pada adat dan agama, harus memiliki hak untuk bersuara dalam hal ini.

“Proses sosialisasi yang melibatkan semua elemen masyarakat adalah prinsip yang harus dipegang teguh,” tegasnya.

Kepala Desa Golo Mori, Samaila, turut melengkapi pendirian ini dengan tindakan nyata.

“Kami telah mengingatkan perusahaan tambang (PT. SMI) untuk berhenti sejenak. Bahkan kami menghentikan pengangkutan material kemarin. Saat ini, lokasi tersebut menjadi hening,” kata Kades Samaila.

Sebelumnya, beberapa perusahaan tambang galian C di Desa Golo Mori seperti PT. SMI, PT. Logam Bumi Sentosa, dan CV Mitra Flores telah menjadi sorotan tajam Forum Peduli Mabar (FPM) karena kegiatan penambangan ilegal mereka. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *