Kasus Dugaan Korupsi Proyek Irigasi Wae Kaca 1 Semakin Panas, Kejari Mabar Terus Mengusut

Noviance K. Sina, Pelaksana Harian Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Manggarai Barat. Foto/Mabaraktual.

Labuan Bajo|Mabaraktual.com| Kejaksaan Negeri Manggarai Barat menegaskan, bahwa kasus dugaan korupsi terkait program pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi Wae Kaca I Tahun Anggaran 2021 sedang dalam tahap penyelidikan.

Noviance Sina, PLH Kasi Pidsus, menyatakan bahwa pemeriksaan terhadap saksi-saksi telah selesai, tetapi penanganan terkendala absennya tim teknis.

“Kami sudah selesai melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, statusnya sudah naik ke penyelidikan,” kata Noviance kepada Mabaraktual.com di ruang kerjanya (01/11/2023).

Lebih lanjut, Noviance mengungkapkan bahwa mereka telah memberikan ultimatum kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Manggarai Barat untuk meyediakan tim teknis yang akan menyelidiki kemungkinan korupsi dalam detail pekerjaan ini.

“Di akhir tahun ini kita sibuk dengan penanganan kasus Nanga Lili, makanya untuk Wae Kaca I itu kita pending dulu tetapi tetap berjalan. Kita tunggu saja dengan tim teknis untuk turun ke lapangan”, ungkap Noviance dengan nada penuh optimis.

Selain itu Kasi Intel Kejaksaan Negeri Manggarai Barat, Tony Aji Kurniawan mengatakan, pihaknya tidak akan berhenti dan terus mengusutnya.

Meskipun ada kendala dengan kasus lain yang sedang ditangani, seperti kasus Nanga Lili, Kejaksaan Negeri Manggarai Barat berkomitmen untuk terus mengungkap potensi korupsi dalam proyek irigasi ini.

Mereka akan menggandeng tim teknis PU dan berkolaborasi dengan tim audit Inspektorat Manggarai Barat untuk memastikan bahwa kebenaran terungkap, apa pun bentuknya.

“Tentu kita tidak sendirian. Berbagai pihak kita libatkan. Diharapkan hasilnya satu kali bisa keluar, entah ada temuan atau tidak,” kata Tony.

Meskipun penanganan kasus terkesan lambat, Tony menjelaskan bahwa mereka dihadapkan pada kendala waktu dan pergantian pimpinan, serta kasus Nanga Lili yang juga sedang ditangani.

“Disini kita terkendala dengan waktu. Ditambah berbenturan dengan pergantian pimpinan. Belum lagi penangan kasus Nanga Lili”, jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *