Paripurna Memanas, Bupati Edi Endi Ancam Polisikan Anggota DPRD Mabar

Suasana Rapat Paripurna Penyampaian Tanggapan Fraksi Terhadap Pengantar Nota Keuangan Rancangan APBD 2024 di Ruang Sidang Utama DPRD Mabar, Selasa (7/11/2023). Foto/Mabaraktual.

Labuan Bajo |Mabaraktual.com| Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi secara tiba-tiba mengeluarkan ancaman yang mengejutkan terhadap anggota DPRD saat mengikuti rapat Paripurna penyampaian tanggapan Fraksi terhadap pengantar nota keuangan rancangan APBD 2024 di Ruang Sidang Utama DPRD Mabar, Selasa (7/11/2023) siang.

Kejadian ini berawal saat pimpinan rapat, Marsel Jeramun, mengkritik kinerja pemerintah terutama dalam sektor kesehatan terkait keluhan masyarakat di wilayah Kecamatan Ndoso dan Macang Pacar.

Pada saat itu, Bupati Edi Endi dengan tegas memastikan bahwa pelayanan kesehatan harus disediakan bagi setiap warga, bahkan jika mereka datang dari tempat lain. Ini adalah respons yang sangat penting terutama dalam konteks pelayanan kesehatan yang seharusnya tanpa batasan geografis.

“Soal masalah kesehatan tidak mengenal batas. Bebas dilayani disetiap puskesmas meski faskesnya ditempat lain. Meski beda kabupaten tetap dilayani”, tegas Bupati Edi.

Namun, sorotan tajam datang dari anggota Fraksi PDIP, Robertus Loimans, yang mengungkap kelalaian pelayanan kesehatan di beberapa puskesmas di wilayah Kecamatan Macang Pacar. Keluhan ini berpusat pada penolakan pasien hanya karena kartu Faskes mereka berbeda.

Robertus secara terbuka menyampaikan keluhan masyarakat kepada Bupati Edi Endi untuk mencari solusi, namun ancaman yang tidak terduga justru muncul.

Bupati Edi Endi mengancam untuk melaporkan anggota DPRD tersebut ke polisi jika informasi yang disampaikan oleh mereka tidak terbukti benar.

Ia meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat untuk mengecek informasi yang disampaikan oleh anggota Dewan Mabar tersebut.

“Saya minta kepala Dinas untuk mengecek informasi tersebut. Jika benar informasi itu, maka Kepala Puskesmasnya diberhentikan. Apa bila informasinya tidak benar besok juga kita akan lapor polisi,” ujar Bupati Edi Endi sambil meninggalkan ruang rapat.

Dalam menanggapi ancaman tersebut, Robertus dengan tenang menyatakan bahwa apa yang dialami oleh masyarakat adalah fakta, dan jika Bupati ingin melaporkan, itu adalah haknya.

“Kalau Bupati mau lapor polisi ya silahkan, itu haknya dia”, kata Robertus dengan nada santai.

Reaksi dari Wakil Ketua II DPRD Manggarai Barat, Marsel Jeramun, juga menunjukkan ketidaksetujuan terhadap ancaman Bupati Edi Endi saat ditemui Mabaraktual.com di ruangan sidang DPRD Mabar, Selasa siang.

Marsel Jeramun menilai bahwa Bupati seharusnya tidak mengancam melaporkan rakyat sendiri ditengah mencari solusi.

“Saya kira dia (Bupati Edi Endi) becanda, masa mau laporkan rakyat sendiri. Kita bicara fakta di lapangan yang berbeda dia omong disini (saat paripurna). Kita sampaikan di forum paripurna untuk kemudian ditindaklanjuti”, kata Marsel.

Lebih lanjut Marsel Jeramun menilai pernyataan Bupati Edi Endi sebagai omongan yang tidak berbobot.

“Saya kira jelas wilayah yang disebutkan tadi, silahkan cek di lapangan. Kemudian jangan menakuti kita-kita (anggota DPRD) disini dengan melapor polisi. Emangnya polisi hanya urus kita saja, tidak ada urusan yang lain. Itu omongan receh”, pungkas Marsel Jeramun.

Usai rapat paripurna digelar sejumlah awak media mencoba mewawancarai Edi Endi terkait ancaman lapor polisi kepada anggota dewan, namun ia menolak lalu meninggalkan kantor DPRD Mabar. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *