Mario, Bocah Penderita Tumor Colli Asal Manggarai Butuh Uluran Tangan Dermawan

Mario, bocah penderita Tumor Colli bersama kedua orangtuanya. Foto/Mabaraktual.

Labuan Bajo |Mabaraktual.com| Betapa malang nasib yang dialami Mario Algiano Saputra Mapul (3), bocah asal Kampung Woa, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bagaimana tidak, di usianya yang masih anak-anak, putra tunggal pasangan Yulianus Mantu (28) dan ibu Oktaviani Mambur (28) ini harus menahan sakitnya Tumor Colli.

Setiap hari, dalam kebisuannya di rumahnya, Mario begitu disapanya mengisi harinya dengan melodi tangis dan rasa sakit.

Namun, di balik kerapuhan lehernya yang terus membengkak, ada semangat yang tak tergoyahkan. Keberaniannya melampaui anak-anak seusianya, membuatnya menjadi pahlawan kecil dengan nasib yang sungguh malang.

Sesering mungkin Mario tidur, merengeh kesakitan dan tak bisa jauh dari ibu maupun ayahnya. Mungkin ia belum mengerti dunia sepenuhnya, tetapi Mario telah memahami bahasa ketabahan.

Akibat Tumor tersebut, leher kanan Mario mengalami pembengkakan luar biasa. Bobot tubuhnya pun semakin turun drastis.

“Benjolan pada leher nya semakin hari semakin besar. Sementara berat badannya menurun dan melemah”, ujar Oktaviani dengan nada sedih, kepada Mabaraktual.com, Rabu (15/11/2023).

Sorotan kisahnya semakin mengharukan ketika hasil pemeriksaan Radiologi dari RSUD Ruteng mengungkapkan tantangan kompleks yang dihadapi Mario.

Belum lama ini, RSUD Ruteng yang beralamat di Jalan Sutomo No.1 Ruteng merilis hasil pemeriksaan Radiologi.

Pada Jum’at, 10 November 2023, hasil pemeriksaan USG pada leher dengan klinis massa regio colli kanan sebagai berikut: Tampak lesi kistik multipel dengan debris intralesi dan septasi multipel yang memenuhi regio colli kanan, dengan ukuran melebihi probe. Pada konfirmasi power doppler tidak tampak vaskularisasi intralesi. Lesi tampak mendesak struktur disekitarnya, tidak tampak infiltrasi. Lobus thyroid kanan dan kiri bentuk dan ukuran normal. Tak tampak lesi fokal, isthmus tak menebal.

Kesimpulan: Lesi kistik kompleks multipel dan berseptasi tanpa komponen pada di regio colli kanan, DD/hymphatic malformation. Tidak tampak kelainan pada kelenjar thyroid saat ini.

Oktaviani Mambur, sang ibu menceritakan dengan nada sedih tentang perjuangan Mario yang sejak lahir harus menghadapi Tumor Colli.

“Putra tunggal kami menderita tumor ini sejak lahir”, kisahnya.

Sang ibu, Oktaviani mengatakan penyakit putranya yang tergolong ganas tersebut baru diketahui usai ia dibawa ke RSUD Ruteng.

“Belum lama ini hasil pemeriksaan Radiologi cukup mengkhawatirkan”, ungkap Oktaviani.

Melihat kondisi sang buah hati yang begitu memprihatinkan, Oktaviani Mambur orangtuanya, hanya bisa pasrah.

“Saat ini, kami sekeluarga hanya bisa pasrah dan mengharapkan bantuan dari berbagai pihak,” kata ibu kandung Mario sambil meneteskan air mata.

Di tengah himpitan ekonomi keluarga, Mario divonis dokter mengalami Massa Regio Colli Kanan. Tentunya, biaya yang tak sedikit menjadi kendala Oktaviani Mambur, ibu Mario untuk mengobati putranya.

Dua orangtua petani ini, Yulianus Mantu dan Oktaviani Mambur, berusaha dengan segala daya untuk mendapatkan bantuan demi kesembuhan anak tercinta. Meski telah berusaha keras, perjuangan mereka belum selesai.

Rencananya, Mario akan dirujuk ke RSUP Sanglah Denpasar, Bali, untuk operasi dalam waktu dekat.

Namun, kendala tak berhenti di situ, biaya operasi, perawatan khusus, obat-obatan, dan ongkos perjalanan menjadi batu ujian yang sulit diatasi.

Keluarga ini membutuhkan perhatian dermawan, pemerintah daerah dan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap sesama.

Kedua orangtuanya tinggal cukup jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Manggarai ini berharap, ada secercah harapan kesembuhan bagi Mario, bocah penderita Tumor Colli.

Saat ini, pihak keluarga juga membuka pintu selebarnya apabila ada tangan- tangan darmawan yang hendak membantu pengobatan Mario.

Dermawan yang merasa terpanggil untuk memberikan dukungan dapat mengirimkan bantuan ke Nomor Rekening 1382151707, Bank BNI, atas nama Yulianus Mantu (ayah Mario).

Informasi lebih lanjut tentang perjuangan Mario dan cara memberikan donasi dapat dikonfirmasi langsung melalui nomor telepon +62 821-3748-6740 (Efrem Geong/Relawan Muda Manggarai) dan 082298397523 (orang tua Mario). **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *