Masyarakat Soroti Kualitas Pekerjaan Ruang UKS dan Toilet di SDK Raba, CV. Vercekey Dituding Gunakan Material Berkualitas Rendah

Labuan Bajo|Mabaraktual.com| Masyarakat menyoroti kualitas peroyek banguan ruang UKS dan pembangunan toilet (Jamban) beserta sanitasi di SDK Raba, kecamatan Macang Pacar, Manggarai Barat, NTT yang dikerjakan oleh CV. Vercekey.

Salah satu masyarakat setempat yang enggan dimediakan namanya menerangkan, dirinya sangat kecewa dengan pengunaan material pasir yang berkadar lumpur tinggi. Serta ukuran besi pada kostruksi bangunan yang dinilai sangat tidak rasional pada rancangan kualitas mutu bangunan.

“Bagaimana mungkin bangunan ini bisa bertahan lama pak, liat aja pasir ini penuh lumpur (sambil menunjuk tumpukan pasir) belum lagi mereka pake besi 8 CM untuk coran tiang” Ungkap sumber itu kepada Mabaraktual di SDK Raba (13/11/2023).

Sebagai penguna manfaat program pemerintah, sumber tersebut mengaku sangat menyesal dengan kualitas pekerjaan tersebut, hingga dirinya memastikan manfaat bangunan tersebut hanya berlansung satu atau dua tahun saja.

Ia pun, berharap aparat penegak hukum, baik Kepolisian maupun Kejaksaan agar memperhantikan indikasi kebocoran uang negara dalam pelaksanaan pembangunan tersebut.

“Sepertinya pelaksana, konsultan pengawas dengan dinas sudah berkompromi ini pak, kan sering konsultan pengawas dan orang dinas hadir di sini, tapi mereka diam saja.” tutur sumber itu penuh curiga.

Pekerjaan yang bersumber dari Dana Alokasi Kuhusus (DAK) TA. 2023 itu masing-masing dengan pagu 126 juta untuk pekerjaan tollet dan 97 juta ruang UKS.

Ketika dikonfirmasi, Panitia Pembuat Komitmen (PPK) Falentinus Pandus, yang bertugas di Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Manggarai Barat, menjelaskan, dirinya sudah tiga kali melakukan monitoring pekerjaan tersebut.

Pengunaan material pada peroyek tersebut, ia menerangkan kuari yang digunakan berlokasi di Wae Nangka, Desa Rokap, Kecamatan Macang Pacar, sesuai dengan lampiran dokumen Job Mix Design (JMD) yang tertuang dalam dokumen kontrak.

“Memang saya lihat di sana itu batu bata kualitasnya buruk, kemarin kita tidak melakukan pengujian.” ungkap Falentinus Pandus di ruang kerjanya selasa (14/11/2023).

Ketika ditanya soal kondisi pasir yang bercampur tanah, ia mengaku memang secara teknis konstruksi pasir tersebut sangat tidak layak namun kondisinya memang demikian.

“Memang kalau sarat teknis pasir itu tidak layak, tapi mau gimana lagi”, ungkapnya.

Terpisah kepala laboratorium teknik sipil, Bidang Bina Konstruksi dan Bina Teknik dinas Sumber Daya air, Bina Marga dan Bina Konstuksi kabupaten Manggarai Barat menjelaskan, lokasi material dalam permohonan pengujian laboratorium oleh CV. Vercekey pada pekerjaan SDK Raba merupakan kuari Ex Wae Ara kecamatan Lembor.

“Formula satu kubik campuran beton terdiri dari, satu sak semen, satu koma lima empat pasir, satu sak lebih batu pecah nya, satu koma empat satu batu pecah dua tiga. Setelah kami buat rancangan tersebut hasil uji tekan mutu beton K 250.” tutur nya.

Lanjut Valentinus, Ketika mengacu pada rancangan tersebut maka kualitas pekerjaan tidak diragukan lagi. Namun terkait persoalan yang terjadi ia meragukan kinerja kerja konsultan pengawas dalam menjalankan tugasnya di lapangan.

“Terkait persoalan itu, saya takut pengawasan teman-teman konsultan pengawas tidak maksimal. Apakah material yang digunakan oleh pelaksana sesui tidak dengan lokasi saat meraka melakukan pengujian laboratorium?. Begitupun dengan pemakaian material apakah sudah sesui rancangan atau tidak?”, kata Valentinus.

Hingga berita ini diterbitkan konsultan pengawas peroyek pembangunan ruang UKS dan pembangunan toilet (Jamban) beserta sanitasi di SDK Raba, belum berhasil dikonfirmasi dan masih diupayakan. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *