Pembangunan Batching Plant PT. ANK di Biniongko Diduga Tidak Mengantongi Izin

Labuan Bajo | Mabaraktual.com | Aktivitas pembangunan batching plant PT. Anugrah Nuansa Kasih (ANK) di Biniongko, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT disorot karena diduga belum memiliki izin resmi.

Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang Kawasan, dan Permukiman Kabupaten Manggarai Barat, Severinus Kurniadi, mengungkapkan bahwa belum ada proses izin pembangunan untuk batching plant tersebut.

“Belum ada proses izin pembangunan Batching plant PT.ANK,” kata Severinus Kurniadi di ruang kerjanya, Senin 27 November 2023.

Saat diwawancara, Kurniadi menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi guna memastikan status izin pembangunan.

“Terimakasih informasinya, Kami akan segera cek di lokasi” tambah nya.

Pihak Mabaraktual juga melakukan penelusuran di lokasi, menemukan aktivitas produksi beton yang telah berlangsung beberapa bulan untuk mendukung proyek pembangunan hotel dan pemerintah di Labuan Bajo.

Salah satu staf PT ANK, Masri, sebagai ketua pelaksana lapangan, menjelaskan bahwa produksi beton telah berlangsung intensif untuk memenuhi kebutuhan beberapa hotel di Labuan Bajo.

“Sekejul kami sangat padat, karena kita semua yang suplai beton untuk pekerjaan beberapa hotel di Labuan bajo ini mas” kata Masri

Meski demikian, pemilik PT ANK, Wemi Sutanto, membela bahwa izin batching plant tersebut termasuk dalam izin pembangunan hotel Mariot dan hanya untuk memperoduksi material pembangunan hotel tersebut.

Dalam konfirmasinya, Wemi Sutanto meminta agar pertanyaan lebih lanjut diajukan kepada kepala dinas, menyatakan bahwa lokasi pembangunan batching plant tersebut telah dimasukkan dalam proses pembangunan hotel Mariot.

“Coba tanya kepala dinas aja, Itu masuk dalam peroses pembanguan hotel mariot.” kata Wemi sutanto

Ketika ditanyai tentang lokasi yang berada dalam zona kawasan pariwisata, Wemi Sutanto menyatakan kesiapannya untuk menghentikan aktivitas di lokasi jika tidak sesuai peraturan.

“Om dorang pigi cek saja, kalau memang tidak boleh supaya saya tutup.” ujarnya

Wemi Sutanto bahkan minta media untuk memeriksa seluruh usahanya dan aktivitas yang sedang berjalan, menjanjikan penutupan jika ditemukan pelanggaran aturan.

“Silahkan om cek semua saja saya punya usaha, kalau ditemukan melanggar aturan saya akan tutup semua, soalnya saya pusing juga,” keluh nya dengan penuh kesel.

Ia menyoroti perlunya pemeriksaan serupa terhadap semua batching plant dan kegiatan tambang galian C di Manggarai Barat, bahwa aturan harus diikuti oleh semua pihak.

“Om cek semua di luar sana apa sudah sesui aturan atau tidak?. Jangan cuma saya.” kata Wemi.

Meski mengakui bahwa tidak semua usahanya sempurna, Wemi Sutanto mengatakan bahwa tujuan dari usahanya adalah memberikan kebahagiaan kepada banyak orang. Dirinya telah melakukan berbagai upaya agar usahanya berjalan lancar dalam mencapai kesejahtraan keluarga dan karyawan yang bekerja di perusahaannya.

“Apakah kita mendapatkan uang dengan mudah seperti memetik daun pada pohon? Tidak!.” tendes nya.

Dia katakan, walaupun tidak sempurna, upayanya dilakukan dengan niat baik untuk memberikan dampak positif bagi banyak orang, diantaranya keluarga dan kariawan yang dipekerjakannya.

“Misi nya om itu baik, tapi apakah om sadar atau tidak bahwa yang dilakukan itu menutup piring nasi banyak orang, apakah itu dosa atau tidak hanya Tuhan saja yang tau.” ujar nya.

Namun, Wemi Sutanto juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap dampak negatif yang mungkin timbul dari liputan media terhadap usahanya. Meski memahami peran jurnalistik dalam mengungkap fakta, ia mengajak untuk lebih bijak karena efek domino dari liputan tersebut dapat berdampak pada masyarakat, karyawan, dan keluarganya.

“Menurut saya apa yang om lakukan benar tapi kurang bijak, karena efek dominonya ke masyarakat, kariawan saya dan keluarga saya.” tutup Wemi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *