Koordinator FPM Respon Bos PT. ANK, Jangan Terbiasa Dengan Bisnis Ilegal

Labuan Bajo | Mabaraktual.com | Koordinator FPM (Forum Peduli Manggarai Barat), Lorens Logam, mengecam bos PT. ANK, Wemi Sutanto, menyebutnya sebagai gembong mafia yang harus ditindak tegas. Logam menegaskan bahwa bisnis tanpa izin Wemi merupakan tindakan melanggar hukum yang harus diatasi.

“Hebat sekali si kepala pelontos itu mau buka usaha seenak jidat dia, lalu berdalih jika usahanya ditutup akan membawa dampak bagi karyawan. Inikan mindsetnya orang yang tidak mau atur, tahu dan mau melawan hukum. Kita ini negara hukum, maka segala bentuk aktivitas didalam wilayah ini mesti berdiri diatas rel – rel aturan,” ucap Logam di Labuan bajo (29/11/2023).

Selain itu, Logam menambahkan bahwa Wemi Sutanto memiliki track record melanggar aturan, dengan beberapa perusahaannya beroperasi tanpa izin. Dia mendesak pemerintah untuk memeriksa laporan keuangan perusahaan Wemi, yang diduga selama ini menghindari pembayaran pajak.

“Kalau kita bicara track record saudra Wemi ini sebetulnya bukan kali ini saja dia melanggar aturan, beberapa perusahan miliknya juga beroperasi tanpa izin. Dia ini seorang pemain yang punya hubungan khusus dengan kekuasaan.” tendesnya

“Nanti kita dorong pemerintah cek semua laporan keuangan perusahaannya, selama ini dia beraktivitas ilegal tentu terhindar dari pembayaran pajak. Kita tidak bermaksud untuk menghambat bisnisnya disini, kita ingin dia harus taat hukum, mengikuti prosedur yang ada. Jangan merasa hebat karena ada yang backup lalu mengabaikan kewajibannya.”tambah Lorens.

Logam menutup pernyataannya dengan mengingatkan Wemi agar taat hukum dan mengikuti prosedur yang ada. Sambil menyoroti niat baik Wemi, Logam meragukan dampak positif yang sebenarnya dari usaha tersebut, mengingat potensi dampak negatif terhadap masyarakat, karyawan, dan keluarga yang dapat timbul akibat bisnis ilegal.

Dalam konfirmasi wartawan, Wemi Sutanto membela usahanya, mengklaim tujuannya adalah mendukung pembangunan di Labuan Bajo. Meskipun mengakui keprihatinan terhadap dampak negatif, Wemi mengajak stakeholder untuk lebih bijak. Ia menegaskan bahwa usahanya bertujuan memberikan kebahagiaan kepada banyak orang.

“Apakah kita mendapatkan uang dengan mudah seperti memetik daun pada pohon? Tidak!.” kata Wemi.

Walaupun dirinya tidak sempurna, upaya yang dilakukannya dengan niat baik untuk memberikan dampak positif bagi banyak orang, diantaranya keluarga dan kariawan yang dipekerjakannya.

“Misi nya om itu baik, tapi apakah om sadar atau tidak bahwa yang dilakukan itu menutup piring nasi banyak orang, apakah itu dosa atau tidak hanya Tuhan saja yang tau.” Jelas Wemi saat dikonfirmasi oleh wartawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *