Kejaksaan Mabar Buka Bukaan Kelemahan Penanganan Kasus Korupsi

Labuan Bajo |Mabaraktual.com|Jaksa Agung ST Burhanuddin, menjelaskan, penanganan perkara korupsi merupakan salah satu etalase Kejaksaan.

Sebagai penyidik dalam tindak pidana korupsi, Kejaksaan berwenang untuk mengadakan penyelidikan dan penyidikan. Namun dalam penerapan pemberantasan kasus Korupsi di Daerah, tidak seirama dengan penekanan Jaksa Agung.

Keterbatasan personel menjadi salah satu hambatan di tubuh Kejaksaan dalam menangani kasus tindak pidana korupsi. Seperti yang terjadi di Kejaksaan Negeri Manggarai Barat (Mabar), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kasi Intel Kejaksaan Mabar, Tony Aji mengatakan, kurangnya personil dan banyak kegiatan yang meyebapkan progres penanganan kasus sering terlambat. Seperti kasus dugaan tindak pidana korupsi, pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi Wae Kaca I.

“Kalaupun itu hanya alasan kelasik, tetapi keyataanya demikian bahwa kami kekurangan personil dan banyak kesibukan,” jelas Toni, Rabu (10/1/24).

Kejaksaan Mabar Lambat Tangani Kasus Korupsi :

Pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi Wae Kaca I menjadi salah satu contoh kasus korupsi yang lambat ditangani.
Tony mengatakan, persoalan tersebut adalah tahap awal penyidikan, dan para pihak sudah di panggil untuk dimintai keterangan.

“Semuanya kita ikuti proses, tadi juga parah pihak (Saksi) sudah dimintai keterangan bahkan ada yang masih kita periksa. Inikan baru tahap awal penyidikan,” Ujar Tony.

Kata dia, berdasarkan hasil permintaan keterangan pihak-pihak terkait yaitu dari Dinas Teknis, serta pihak-pihak lainnya, telah ditemukan bukti yang cukup untuk menaikkan status ke penyidikan.

“Kasusnya sudah naik ke tingkat penyidikan, kami menemukan indikasi perbuatan melawan hukum pada proyek tersebut,” ungkap Tony

Proyek yang dikerjakan pada Tahun Anggaran 2021, berlokasi di Desa Watu Rambung, Kecamatan Lembor Selatan dengan nilai proyek sebesar Rp785.477.233,75 itu dilaporkan oleh ketua Pemantau Keuangan Negara (PKN) Manggarai barat, Lorens Logam pada Kamis 16/02/2023.

Dalam laporan nya Lorens Logam meyeret sejumlah pihak yang terlibat dalam dugaan tindak pidana korupsi pada proyek tersebut. Diantaranya OA mantan Kadis PU Mabar, VS Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) yang menangani kontrak pekerjaan. Selain itu pihak yang dilaporkan Direktur CV. Duta Teknik Mandiri (selaku pelaksana,) Direktur PT. Dwipa Mitra Konsultan (selaku Konsultan Pengawas) serta subkontrak inisial FH yang merupakan adik kandung Bupati Manggarai Barat selaku pelaksana lapangan.

Pantauan Mabaraktual di kantor kejari mabar, sejumlah saksi-saksi pihak terlapor yang telah diperiksa kejari Mabar yaitu, Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) OA, mantan Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) SES dan Bendahara PU Kabupaten Manggarai Barat OP,

“Saya diperiksa oleh Kejari Mabar terkait proyek irigasi Wae Kaca I Tahun Anggaran 2021,” ujar OA usai pemeriksaan.

Saat ditanya lebih lanjut, ia menghindari pertanyaan dan menyampaikan bahwa sudah diperiksa dan akan pulang.

“Saya sudah diperiksa, Saya pulang dulu, “kata mantan Kadis PUPR itu sambil menaiki mobil berwarna hitam.

SES, mantan PPK dan OP juga tengkonfirmasi pemeriksaan terkait proyek yang sama.

Selain itu, saksi pelapor Lorens Logam usai diperiksa membenarkan dirinya dipanggil untuk dimintai keterangan terhadap kasus yang ia laporkan pada waktu sebelumnya.

“Iya, ini barusan selesai diperiksa, saya mendapat surat panggilan kemarin untuk datang memberikan keterangan,” Jelas Logam didepan kantor Kejari Mabar. Rabu (10/1/2024).

Ketika ditanya materi perkara yang disampaikan penyidik, Logam menjelaskan pertanyaan penyidik sangat proporsional. Dan dugaan keterlibatan adik Bupati Mabar, Logam berdalih silahkan berkoordinasi ke penyidik.

“Saya dicecar 18 pertanyaan, sesuai kapasitas saya, iya semuanya berjalan lancar. Kita akan ikuti terus perkembangan kedepannya, terkait dugaan keterlibatan FH (Adik Bupati Mabar) dalam kasus tersebut kita serahkan ke penyidik. Biarkan mereka bekerja, teman – teman bisa tanya ke penyidik,” Jawab Logam sambil masuk kedalam mobil yang dikendarainya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *