Terdapat Indikasi Kecurangan Pemilu, Saksi PAN Protes Hingga PPK Usir Keluar Ruangan

Labuan Bajo | Mabar aktual. Com| terungkap fakta mengejutkan saat Rapat peleno Rekapitulasi penghitungan surat suara di tingkat Kecamatan Macang Pacar, Manggarai Barat, NTT menuai aksi protes dari saksi Partai Amanat Nasional (PAN) terkait adanya perselisihan jumlah Daftar pemilih Tetap (DPT) serta indikasi kecurangan lain yang ditemukan.

Aksi protes saksi PAN itu terjadi lantaran terdapat banyak kejanggalan yang ditemukan pada proses rekapitulasi surat suara. Adanya perselisihan jumlah DPT yang terjadi beberapa desa bahkan ada dugaan surat suara sisa yang tercoblos dalam pemilu 2024 di Kecamatan Macang Pacar.

Hal itu disampaikan saksi PAN inisial MM saat diwawancarai Mabaraktual via gawai jumat, 23/02/2024.

Saksi PAN itu menerangkan, dirinya keberatan dengan proses rekapitulasi yang terjadi, lantaran panitia tidak profesional dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Sejak awal rekapitulasi surat suara, saya keberatan dengan kinerja kerja panitia, dimana rekapitulasi bukan menggunakan C pelano tetapi menggunakan C salinan. Kuat dugaan saya panitia tidak netral menjalankan tugas.” ujar nya.

Lanjut MM, selain itu persoalan juga terjadi di desa Bari. Kemudian saya mengajukan keberatan terkait perselisihan angka dalam rekapitulasi, lalu PPK memutuskan buka kotak surat suara untuk melakukan perhitungan ulang. Terbukti kami memperoleh penambahan satu surat suara.

“Desa Londar juga begitu, bayangkan total dari DPT dari C Pelano itu 174 tapi mereka menulis 184, kemudian saya marah dengan KPPS nya, ” Kata MM.

Fakta lain ditemukan di Desa Nanga kantor Barat, terdapat semua surat suara DPT tercoblos habis. Padahal banyak wajib pilih yang tidak hadir saat hari pemungutan suara, karena mereka merantau ke luar daerah.

Lebih lanjut MM menjelaskan, puncak terjadi dirinya diusir dari ruangan Peleno. Mulanya terjadi jumlah DPT, Semua wajib pilih di Kecamatan Macang Pacar tidak sama, mulai dari pemilih Presiden, DPD, DPR-RI dan DPRD Provinsi totalnya itu 10.051, tiba-tiba begitu masuk penghitungan untuk DPRD Kabupaten/kota, totalnya kurang satu yaitu DPT nya 10.050.

Dalam kesempatan itu, MM meminta rekan-rekan PPK untuk melakukan skorsing agar mengecek dimana letak jumlah perselisihanya. Lalu pihak PPK menerima usulan MM dan mengambil keputusan untuk skorsing sembari mencari datanya.

“Setelah dicari datanya mereka temukan perselisihannya itu terjadi di Desa Mbakung, lalu mereka menjelaskan terkait perselisihan DPT tersebut, namun menurut saya tidak puas dan tidak masuk akal serta tidak jelas ini kehilangan karena apa?,” tutur MM.

Kemudian sambung MM, lansung saja pihak PPK nyatakan surat suara itu tidak sah satu, lalu MM bertanya surat suara tidak sahnya itu sumbernya dari mana?. Tetapi mereka ngotot untuk tidak teruskan penjelasan perselisihan jumlah DPT itu, kemudian salah satu anggota PPK marah sampai dia meminta pihak keamanan untuk menyeret MM keluar dari ruangan rekapitulasi, sementara pertanyaan MM belum bisa dijelaskan kebenaranya.

Saksi PAN itu mengaku, sebenarnya ia tidak setuju dengan penjelasan anggota PPK tersebut dan tidak masuk akal. Ia juga sangat tidak terima dengan pernyataan mereka, sampai minta pihak keamanan mengusir saya dari ruangan.

“Anggota PPK tersebut meminta pihak keamanan yang berjaga saat itu untuk menyeret saya keluar, saya tidak masalah saya terima itu, yang penting mereka buat rekomendasi namun tidak berani juga,”katanya dengan nada kesal

Seharusnya PPK membongkar itu peti dan di cek ulang surat suaranya mana yang tidak sah itu, betul tidak didalam peti itu ada surat suara yang tidak sah yang ada di desa Mbakung.

MM juga menyampaikan usulannya kepada PPK Macang Pacar agar desa Mbakung dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) namun mereka tidak merespon usulan itu.

“Harusnya di bongkar surat suara yang ada di peti itu, biar lebih jelas kebenaranya ,”tegasnya

Dikutip dari Metrorakyat. Com, saat dikonfirmasi, Ketua PPK Macang Pacar Fabianus Syukur, mengatakan bahwa terkait dengan adanya perbedaan jumlah penggunaan surat suara di Kecamatan Macang Pacar ini kami butuh waktu skorsing untuk melakukan pengecekan kembali datanya.

“Selama kurang lebih 2 jam kita skorsing, kami sudah melakukan pengecekan dan kita temukan itu di Desa Mbakung itu” ujar Fabianus

Menurut Fabianus, ternyata perbedaanya itu terdapat di C Hasil pemilihan Presiden sampai DPRD Provinsi tidak di tulis DPTB, namun ada satu DPTB disitu di C Hasil Presiden sampai DPRD Provinsi itu di tulis satu DPTB dan sampai di C Hasil DPRD Kabupaten/Kota tidak ditulis nah selisihnya disitu.

Lanjut Fabianus, sehingga jumlah DPT untuk pemilihan DPRD Kabupaten/kota ada pengurangan 1 yaitu 10.050 sementara dari jumlah DPT pemilihan Presiden, DPD, DPR-RI, DPRD Provinsi jumlahnya 10.051. Kami juga siap
mempertanggungjawabkan itu ketika ada pihak lain yang mempersoalkan perselisihan tersebut sampai tahap rekapitulasi di KPU Manggarai Barat selanjutnya.

“Intinya dari perselisihan jumlah DPT ini tidak akan merubah perolehan suara mulai dari Presiden, DPD, DPR-RI,DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota,” tegas Fabianus

Lalu terkait pengusiran saksi Parpol PAN yang dilakukan oleh salah satu anggota PPK tadi, Fabianus jelaskan bahwa jujur saja mungkin itu hanya spontanitas yang dilakukan oleh anggota PPK kami, tidak ada unsur kesengajaan karena memang kita sudah menjelaskan beberapa kali akan tetapi saksi yang bersangkutan masih belum paham terkait hal itu.

Kejadian itu kami juga akan sampaikan persoalan itu masuk dalam berita acara C keberatan saksi dan kami juga telah menyampaikan permohonan maaf kepada yang bersangkutan yaitu saksi dari Partai PAN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *