BKH Ungkap Kerja Mafia Tanah Dengan Aparat Penegakkan Hukum di Labuan Bajo

Labuan Bajo | Mabaraktual. Com | Anggota komisi III DPR RI, Benny Kabur Harman membicarakan tentang penegakkan hukum yang dinilai cendrung mengorbankan masyarakat kecil. Saat gelar diskusi dengan sejumlah wartawan di kota Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT),(18/03/2024).

Politisi Demokrat yang sering disapa BKH itu, menceritakan tentang sejumlah Laporan masyarakat kepadanya, terkait persoalan hukum yang tengah di hadapi masyarakat labuan bajo. Merampok tanah masyarakat dengan menggunakan hukum.

“Ada laporan ke saya itu, orang yang sudah punya sertifikat tanah, Tiba-tiba dilaporkan ke polisi bahwa yang bersangkutan memalsukan dokumen,” Jelas nya.

Dengan tujuan para oknum itu, untuk mendapatkan keputusan pengadilan bahwa dokumen sertifikat tanah tersebut benar-benar palsu. Dengan demikian mereka mendapatkan kepastian hukum. Kepentingannya hendak diproteksi dengan cara begitu.

“Ada kelompok orang-orang berduit, ingin sekali memiliki tanah yang menurut mereka punya nilai strategis dan ekonomis. Tetapi, meraka tidak bisa milikinya dengan alasan sudah dimiliki oleh pihak ketiga,” terang Beni Kabur.

Lalu bagaimana menggunakan hukum supaya tanah yang sudah dimiliki oleh pihak ketiga bisa direbut kembali, caranya itu adalah dengan membuat kasus hukum sehingga tanah yang semulanya clean and clear menjadi tanah bermasalah.

“Tanah bermasalah inilah yang dibeli oleh mereka yang berduit, sehingga nanti kalau masuk di peroses hukum, di pengadilan bisa diatur,” ungkap nya.

Mafia tanah itu sekarang mulai dari kepala desa, BPN, aparat penegak hukum dan ujung nya di pengadilan. Ada aktor dan kekuatan yang tersembunyi dibalik itu.

“Bisa juga main lewat calo-calo tanah mainkan itu. Mereka membuat masalah. Sengaja Merekayasa kasus dan merekayasa hukum, ujar BKH.

Jadi cara yang paling aman untuk merampok itu adalah menggunakan hukum untuk mengambil alih lahan yang strategis. Itulah yang sedang terjadi di Labuan bajo.

“Kita sudah mengidentifikasi ada oknum oknum yang bekerjasama dengan kekuatan-kekuatan yang invisible ini.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *